Bacaan Kirim Doa untuk orang Meninggal

Bacaan Kirim Doa untuk Orang Meninggal – Islam menganjurkan umatnya untuk memberikan doa untuk orang yang meninggal dunia. Hal ini penting untuk dilakukan karena doa tersebut akan membantu menghapus dosa-dosa yang dimiliki oleh orang yang meninggal tersebut, lho.

Bahkan, mendoakan orang meninggal juga telah diperintahkan oleh Allah SWT melalui firmannya dalam Alquran surat Al Hasyr ayat 10, sebagaimana firmannya yang berbunyi:

 

Hukum mendoakan orang yang sudah meninggal dunia dalam Islam

Mayoritas ulama berpendapat bahwa orang yang masih hidup dianjurkan untuk mendoakan saudara sesama muslimnya yang sudah meninggal. Namun ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa memberikan tidak akan ada manfaatnya untuk mereka yang sudah meninggal.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya Ruh (1999), menjelaskan bahwa terdapat beda pendapat dari para ulama mengenai mendoakan orang yang telah meninggal. Beberapa ulama mengatakan bahwa orang yang masih hidup dianjurkan untuk mendoakan saudara sesama muslimnya yang sudah meninggal.

Namun, ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa mengirimkan doa tidak akan ada manfaatnya untuk mereka yang sudah meninggal. Imam Al-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan, para ulama menyepakati bahwa doa yang disampaikan orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal, maka manfaat dan pahalanya akan sampai kepada mereka.

Selain itu, Rasulullah SAW selama masa hidupnya juga pernah mendoakan seorang muslim yang sudah meninggal. Beliau berkata:

اللهم اغفر لأهل البقيع الغرقد

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosa ahlul Baqi’ al-Gharqad.”

Manfaat mengirim doa untuk orang meninggal

Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama mengenai mengirimkan doa untuk orang sudah meninggal. Jika mengacu pada penjelasan dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, doa yang dipanjatkan kepada orang yang meninggal akan memberikan manfaat dan sampai kepada mereka pahala doa tersebut.

Sebagaimana dalam Sunan Abu Dawud disebutkan, dari Watsilah bin Al-Asyqa’, ia berkata:

“Rasulullah SAW menshalati jenazah seorang lelaki dari kaum Muslim. Lalu aku mendengar beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Fulan bin Fulan, berada dalam tanggungan-Mu dan naungan perlindungan-Mu, maka lindungi dia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkau adalah Zat pemenuh janji, lagi Maha benar. Maka ampuni dia dan rahmatilah dia, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk orang-orang yang sudah meninggal adalah doa tulus yang sekaligus untuk mengajarkan. Menurut Ibu Qayyim Al-Jauziyah, terdapat pula hadis yang menyebutkan bahwa Allah SWT meninggikan derajat seorang hamba di Surga.

Ketika hamba tersebut bertanya, “Dari mana aku mendapatkan ini?”. Maka dikatakan kepadanya, “Karena doa anakmu untukmu.”

Lalu, apa saja doa-doa untuk orang meninggal? Yuk, simak berikut ini, ya, Bunda.

Cara mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal

Teman-teman mungkin ingin mengirim doa untuk keluarga atau kerabat yang sudah meninggal dunia. Harapannya, semoga doa-doa yang dikirimkan dapat menjadi penerang di kubur mereka, ya Bunda.

Berikut ini beberapa tata cara mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal.

1. Berdoa saat mendengar kabar duka

Diriwayatkan dar Abu Musa RA, dalam hadits At-Tirmidzi, dianjurkan untuk mengucapkan Istirja ketika mendengar kabar saudara Muslim yang meninggal, Teman-teman. Berikut bacaannya, ya, Teman-teman:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

Artinya:

“Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

2. Menyebut nama almarhum

Ketika membacakan doa untuk orang sudah meninggal, Teman-teman juga perlu menyebutkan namanya agar jelas doa tersebut ditujukan kepada siapa, ya, Teman-teman.

3. Membacakan surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Bismillahirrahmaanirrahiim, alhamdulillahi rabbil aalamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, iyyaakana’budu wa iyyaaka nasta,iin, ihdinash shiraathal mustaqim, shiraathal ladziina an’amta alaihim, ghairil maaghdhuubi alaihim wa ladh dhaalliin. Amin

Artinya:

“Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seru sekalian alam. Yang maha pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami kejalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai atau jalannya orang-orang yang sesat.”

Doa ketika mendengar kabar orang yang meninggal dunia

Bunda, ketika mendengar kabar mengenai seseorang yang meninggal, seluruh umat Muslim dianjurkan untuk membacakan doa sebagai berikut:

إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون

Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun, wa inna ila rabbina lamunqalibun.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan membalikkan diri.”

Doa untuk orang tua yang sudah meninggal

Berikut adalah doa khususon almarhum yang bisa Bunda bacakan.

Doa untuk ayah

“Khushuushon ilaa ruuhi abii…(sebut namanya) bin…(sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah,”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya ayahku…(sebut namanya) putranya…(sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Doa untuk ibu

“Khushuushon ilaa ruuhi ummii…(sebut namanya) binti…(sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya ibuku … (sebut namanya) putrinya … (sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan

Ketika ada keluarga atau kerabat meninggal dunia, bacakan doa ini untuk jenazah almarhum/almarhumah, ya, Bunda. Jangan salah, ya, antara doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan, lho.

Doa untuk jenazah laki-laki

لّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernis dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkannya juga. Masukanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

Doa untuk jenazah perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah, dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

Doa ziarah kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيه

 

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikan lah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikan lah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari istrinya. Masukkan lah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkan lah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”

Doa untuk memohon ampun dan kebaikan untuk orang meninggal

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” (HR. Muslim)

Doa ketika memimpikan orang tua yang sudah meninggal

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira.

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil..”

Lalu, apakah ada arti dibalik mimpi orang tua yang sudah meninggal? Ini penjelasannya, ya, temen-teman.

Arti mimpi orang tua meninggal

Mimpi buruk adalah mimpi yang sangat mengganggu, ini berkaitan dengan perasaan negatif, seperti kecemasan atau ketakutan yang membangunkan temen-temen. Mimpi buruk sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat terjadi juga pada usia berapa pun.

Bermimpi tentang kematian seseorang dapat memunculkan banyak emosi, ya, temen-temen. Meskipun mungkin mimpi tersebut tidak memiliki arti yang tepat, temen-temen dapat belajar dari perasaan yang mereka tinggalkan.

Melansir dari laman Verywell Mind, mimpi seputar kematian menunjukkan bahwa mimpi seperti itu mencerminkan kecemasan tentang perubahan atau ketakutan akan hal yang tidak diketahui.

Temen-temen, hal-hal yang temen-temen impikan seringkali merupakan simbol untuk beberapa hal lain. Jadi, bermimpi tentang kematian bisa menjadi bagian dari proses berkabung atau representasi dari perubahan besar dalam hidup temen-temen.

Melansir dari laman Healthline, saat temen-temen bermimpi tentang orang yang dicintai seperti orang tua sekarat atau meninggal, itu mungkin karena adanya perubahan yang terjadi pada hubungan Temen-temen.

Demikian kumpulan doa untuk orang sudah meninggal dunia dan informasi lainnya.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *