Bacaan Doa Setelah Solat

Bacaan Doa Setelah Solat –  Di antara waktu-waktu mustajab atau cepat terkabulnya sebuah doa adalah setelah waktu shalat. Melalui doa seluruh keluh kesah dan harapan manusia diutarakan. Doa sekaligus menunjukkan ketundukkan dan kepatuhan seorang hamba terhadap Sang Maha Kuasa.

Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan,” (Surat Al-Ghafir ayat 60).

Pada hakikatnya berdoa bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Akan tetapi, alangkah baiknya doa dilakukan pada waktu-waktu yang disunnahkan untuk berdoa. Salah satunya adalah berdoa setelah mengerjakan shalat lima waktu.

Berikut doa setelah sholat fardu lengkap Arab dan artinya:

Bacaan Doa setelah Solat pertama

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

Artinya : “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semests alam, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Artinya : “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Artinya : Ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan Agama, kesehatan jasmani, tambahan Ilmu, keberkahan dalam rizqi, Taubat sebelum mati, Rahmat ketika hendak mati dan Ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah kami ketika sedang sakaratul Maut, selamatkan dari api neraka, dan ampunilah ketika sedang proses hisab.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Artinya  : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya : Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan belas kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berbelas kasih kepadaku di waktu aku kecil.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka

Kemudian ditutup dengan shalawat.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Bacaan Doa setelah Solat Kedua

Anjuran berdzikir setelah sholat.

Setelah selesai mengerjakan sholat, hendaknya tidak langsung beranjak pergi. Karena dianjurkan untuk berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

فَإِذَا قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمۡۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا

Artinya :  Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Q.S An-NIsa 103.

A. Dzikir secara Berjamaah.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa berdzikir bisa dilakukan secara bersama-sama. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits :

عن ابي هريرة و أبي سعيد الخدري انهما شاهدا على النبي صلى الله عليه وسلم انه قال : لا يقعد قوم يذكرون الله عز وجل إلا حفتهم الملائكة، وغشيتهم الرحمة، ونزلت عليهم السكينة، وذكرهم الله فيمن عنده. (رواه مسلم)

Artinya : Dari Abu Hurairah R.A dan Abi Said al-Khudri R.A bahwa keduanya telah menyaksikan Nabi Muhammad SAW beliau bersabda : “Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah SWT kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat mengelilingi mereka, dan ketenangan hati turun kepada mereka, dan ALlah menyebut (memuji) mereka dihadapan makhluk yang ada di sisi-Nya”. (H.R. Muslim)

B. Dzikir dengan Suara Keras

Dzikir dengan suara keras setelah sholat fafdhu sudah dilakukan para sahabat pada pada masa Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abbas R.A :

ان رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة، كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم (رواه البخاري ومسلم)

Artinya : Bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir ketika orang-orang selesai shalat maktubah itu sudah ada pada masa Nabi Muhammad SAW”. (H.R Bukhari Muslim)

C. Berdzikir menggunakan Suara Pelan

Boleh juga berdzikir setelah solat dilakukan dengan suara pelan. Hal ini dijelaskan dalam Hadits Rasulullah SAW :

اربعوا على أنفسكم، فانكم لا تدعون اصم ولا غائبا، ولكن تدعون سميعا بصيرا. (رواه البخاري)

Artinya : Ringankanlah atas diri kalian (jangan mengeraskan suara secara berlebihan) karena sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada dzat yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, akan tetapi kalian berdoa kepada dzat Yang Maha Mendengan dan Maha Melihat’ (H.R Bukhari).

Imam an-Nawawi memadukan antara hadits-hadits yang menganjurkan (mustahab) mengeraskan suara dalam berdzikir dan hadits-hadits yang menganjurkan memelankan suara dalam berdzikir, bahwa memelankan suara dalam berdzikir itu lebih utama sekiranya dapat menutupi riya dan mengganggu orang yang shalat atau orang yang sedang tidur. Sedangkan mengeraskan suara dalam berdzikir itu lebih utama pada selain dua kondisi tersebut karena : perbuatan yang dilakukan lebih banyak, faidah dari berdzikir dengan suara keras itu bisa memberikan pengaruh yang mendalam kepada pendengarnya, bisa mengingatkan hati orang yang berdzikir, memusatkan perhatiannya untuk melakukan perenungan terhadap dzikir tersebut, mengarahkan pendengarannya kepada dzikir tersebut, menghilangkan kantuk dan menambah semangatnya”. (Abu al-Fida’ Ismail Haqqi, Ruh al-Bayan, Bairut-Dar al-Fikr, Juz 3, hal-306.).

Berikut bacaan Dzikir sesudah Solat:

Membaca Istighfar 

Membaca Doa Keselamatan 

Membaca Kalimat Tauhid 

Membaca Pujian kepada Allah 

Membaca Sura AL-Fatihah 

Membaca Ayat Kursi

Membaca Surah Al-Ikhlas Al-Falaq An-Nas

Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir

Membaca Kalimat Tauhid dan Bacaan Hauqolah

Istighfar 3x dan Membaca Allahumma antas salam

Dari Tsauban radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wasallam bersabda :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم، إذا انصرف من صلاته اشتغفر ثلاثا وقال : اللهم انت السلام، ومنك السلام، تباركت ربنا ياذالجلال والكرام

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika selesai sholat, beliau beristighfar 3x, lalu membaca doa:

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta rabbanaa yaa dzal jalaali wal ikroom. (Ya Allah ENgkau-lah as-salam dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungandan kemuliaan)” (H.R Muslim no.591).

Membaca Tahlil dan Doa Allahumma laa maani’a limaa A’thoyta

Dari al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu’anhu, ia berkata :

سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول خلف الصلاة: لااله الا الله، وحده لا شريك له، اللهم لامانع لما أعطيت، ولا معطي لما منعت، ولا ينفع ذا الجد منك الجد

Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setelah shalat beliau berdoa :laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kullisyai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

(tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan” (HR Bukhari no 6615, Muslim no. 593.)

Membaca Doa laa ilaaha illallahu laa syariika lahuu

Sebagaimana riwayat dari Abdullah bin Zubair radhiallahu’anhu:

كان إبن الزبير يقول : في دبر كل صلاة حين يسلم لااله الا الله، وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لاحول ولا قوة الا بالله، لااله الا الله، ولانعيد الا اياه، له النعمة وله الفضل، وله الثناء الحسن، لااله الا الله مخلصين له الدين و لو كره الكافرون وقال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يهلل بهن دبر كل صلاة

Biasanya (Abdullah) bin Zubair di ujung shalat, ketika selesai salam beliau membaca :

laa ilaha illallaahu wahdahu laa syarikalah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwaa ‘alaa kulii syai-in qadiir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Laa ilaha illallaah wa laana’budu illa iyaah. Lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun

(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali kapada-Nya. Semua nikmat, anugerahdan pujian yang baik adalah milik ALlah. Tiada ilah yang yang berhak disembah kecuali ALlah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya,sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya”. (HR Muslim, no 594).

Membaca Tasbih 33x Tahmid 33x Takbir 33x Tahlil 1x Total 100 Dzikir

Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, Nabi Muhamad SAW bersabda :

من سبح الله في دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين، وحمدالله ثلاثا وثلاثين، وكبر الله ثلاثا وثلاثين، فتلك تسعة وتسعون، وقال تمام المءة : لااله الاالله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير غفرت خطاياه وان كانت مثل زبد البحر

“Barang siapa yang berdzikir setelah selesai shalat dengan dzikir berikut : Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar 33x. Laa ilaha illallah wahdahu laa syariikalahu Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulii syai-in qadiir’.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah Allah Maha Besar 33x. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujaan milik Allah. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Maka akan diampuni semua kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan” (HR Muslim no 597).

Membaca Ayat Kursi

Dari Abu Umamah Al Bahili ra Nabi Muhammad SAW bersabda :

من قرا اية الكرسي دبر كل صلاة مكتوبة، لم يمنعه من دخول الجنة، الا الموت

Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian” (HR An Nasa-i no. 9928, Ah Thabrani no. 7532, dishahihkan Albani dalam Shahih Al Jami’ no.6464).

Membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas

Dari Uqbah bin ‘Amir ra, ia berkata :

امرني رسول الله صلى الله عليه وسلم ان اقرأ بالمعوذات دبر كل صلاة

“Rasulullah SAW memerintahkanku untuk membaca al-mu’awwidzar (an-naas, al falaq, al ikhlas)  di penghujung setiap shalat” (HR. Abu Daud no 1523, dishahihkan Albani dalam Shahih Abu Daud).

Membaca Doa Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an

Dari Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah ra, ia berkata :

كان يقول اذا صلى الصبح حين يسلم اللهم اني اسالك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

“Biasanya Rasulullah SAW jika shalat subuh, ketika setelah salam beliau membaca: Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’aan, wa rizqon thoyyiban, wa’amalan mutaqobbalan

“Ya ALlah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. )

Membaca Doa Rabbighfirli wa tub ‘alayyaa

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya :

“Berkata seorang dari kaum Anshar, bahwa ia mendengan nabi Muhammad SAW  dalam sholat beliau berdoa:

قال رجل من الانصار انه سمع النبي صلى الله عليه وسلم في صلاة وهو يقول رب اغفرلي قال شعبة اوقال اللهم اغفرلي وتب علي انك انت التواب الغفور مئة مرة

Rabbighfirlii (atau: Allhummaghfirlii) wa tub ‘alayya innaka antat tawwaabul ghafur (Wahai Rabbku, terimalah taubatku, sungguh Engkau Dzat yang banyak menerima taubat, lagi Maha Pengampun) sebanyak 100x” (HR. Ahmad no 23198, dishahihkan  Albani dalam silsilah Ash Shahihah no.2603).

Membaca Doa Allhumma a’inni  ‘ala dzikrika wa husni ‘ibadatika..

Dari Mu’adz bin Jabal ra, ia berkata :

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم اخذ بيده وقال يا معاذ والله اني لا حبك والله اني لاحبك فقال اوصيك يامعاذ لاتدعن في دبر كل صلاة تقول له اللهم اعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Rasulullah SAW menarik tanganku sambil berkata: Wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Mu’adz, jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdoa:

Allaahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa husni ‘ibadatika

(Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik)” (HR. Abu Daud no.1522, dishahihkan Albani dalam Shahih Abi Daud).

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *