2 Bacaan Doa Keluar Rumah. Lengkap dengan Tata Caranya

Bacaan Doa Keluar Rumah – Islam mengatur secara rinci segala aspek kehidupan umatnya termasuk adab bepergian yang diantaranya adalah membaca doa keluar rumah. Berdoa artinya memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam kondisi apapun baik senang maupun susah. Doa merupakan unsur yang paling esensial dalam ibadah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Doa itu ibadah” dan “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang”.

Agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT, maka di dalam berdoa harus memperhatikan hal-hal pokoknya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berdoa diantaranya tata cara, waktu dan tempat berdoa.

Dalam artikel ini, kitabos.com akan mengupas secara mendalam mengenai doa keluar rumah dengan topik pembahasannya sebagai berikut:

Bacaan Doa Keluar Rumah

Bacaan Doa Keluar Rumah

Sejak kecil, Anda tentu sudah diajarkan hafalan dari sekumpulan doa sehari-hari. Mulai dari doa makan, doa mau tidur, doa masuk kamar mandi, hingga doa keluar rumah.

Bacaan Doa keluar rumah sendiri cukup singkat, bahkan bisa dilafalkan dalam hitungan detik. Sehingga sudah sepantasnya selalu membiasakan diri untuk mengucapkan doa keluar rumah saat hendak bepergian, baik dalam waktu yang lama atau sebentar.

Ada dua bacaan doa keluar rumah yang bisa dilafalkan, pertama adalah:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

“Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Sementara bacaan doa keluar rumah yang kedua adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

“Allahumma inni a-’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi, atau aku dizalimi, atau kebodohanku atau dibodohi”.

Bagi umat muslim, doa keluar rumah ini bertujuan agar selalu mendapat perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta’ala dari segala bahaya.

Baca Juga : Bacaan Doa Santunan Anak Yatim 

Keutamaan Bacaan Doa Keluar Rumah

Membaca Bacaan doa keluar rumah saat akan bepergian ke suatu tempat terasa mudah diucapkan. Akan tetapi siapa sangka, doa keluar rumah memiliki keutamaan yang sangat besar.

Dari lafaz doa yang sangat pendek, Anda bisa mendapatkan jaminan keamanan, jaminan kecukupan, berikut hidayah dari Allah, yang semua itu merupakan sumber kebaikan dunia dan akhirat bagi umat muslim. Demikian hal ini seperti dikutip dari laman Muslimah.or.id.

Al-Munawi menukil satu penjelasan yang sangat indah dari Ath-Thibi tentang doa keluar rumah ini, yakni:

“Apabila seorang hamba memohon perlindungan kepada Allah melalui nama-Nya yang penuh berkah, maka Allah akan memberinya petunjuk, membimbingnya, dan menolongnya untuk dimudahkan dalam urusan agama. Apabila seorang bertawakal kepada Allah dan menyerahkan urusannya kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Dan karunia Allah yang mencukupinya, sebagaimana di ayat (yang artinya), ’Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.’ Sementara orang yang membaca laa quwwata illaa billaah, Allah akan lindungi dia dari kejahatan setan.”

Berdoa tentu lebih khusyuk jika dipanjatkan setelah salat di mushola minimalis dalam rumah. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa berdoa kepada Allah SWT harus memenuhi sejumlah aspek.

Melansir laman Kementerian Agama Jawa Timur, aspek yang utama adalah tata cara berdoa dengan penjelasan sebagai berikut:

Menghadap Kiblat

Hal ini berdasarkan sebuah hadis, “Rasulullah datang ketempat wuquf di Arafah dan ia menghadap kiblat lalu terus menerus berdoa sehingga tenggelam matahari”.

Membaca Hamdalah, Istighfar dan Shalawat

Salah seorang sahabat nabi berkata, “Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, ‘Allahummaghfirlii warhamnii’.

Maka waktu itu Rasulullah pun berkata, ‘Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah. Karena dia yang memiliki pujian itu, lalu engkau baca shalawat kepadaku kemudian baru berdoa. Kemudian datang seorang yang lain setelah shalat, ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, dan setelah itu nabi bersabda, “berdoalah akan dipenuhi”.

Bersuara Lembut dan Rasa Takut

Firman Allah SWT dalam Surat Al A’raf:55-56, “Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi sesudah (Allah SWT) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Yakin Akan Dipenuhi

Di dalam berdoa, seorang umat muslim harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah. Seperti hadis berikut, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apa bila ia berdoa kepadaKu”.

 Tata Cara Doa Keluar Rumah

Tidak hanya masuk ke dalam rumah, saat keluar rumah umat muslim juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Apalagi jika rumahnya adalah rumah baru yang perlu banyak mendapat energi positif dari doa.

Bacaan Doa keluar rumah tepat diucapkan ketika hendak pergi, seusai menutup dan megunci pintu serta sebelum menaiki kendaraan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, doa keluar rumah memiliki keutamaan diantaranya meminta perlindungan kepada Allah SWT selama berada di luar rumah, serta dilancarkan segala perjalanan yang ditempuh.

Jika tata cara berdoa secara umum sudah disebutkan di atas, khusus tata cara doa keluar rumah adalah sebagai berikut:

  • Dalam keadaan suci
  • Dianjurkan menghadap kiblat
  • Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.
  • Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
  • Membaca doa-doa
  • Keluar dari rumah mendahulukan kaki kanan

 Adab Bepergian Saat Meninggalkan Rumah

Tidak cukup membaca doa keluar rumah, Islam juga telah mengatur adab bepergian yang sesuai dengan sunah. Hal ini seperti dijelaskan oleh ulama kawakan Aa Gym dalam kanal video berbagi pribadinya yang dilansir oleh Warta Kota. Pada dasarnya, ada empat tahap adab bepergian keluar rumah yang sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

1. Salat Sunah 2 Rakaat

Usahakan jika mau keluar rumah, lakukan salat sunah dua rakaat terlebih dahulu. Pengertian salat sunah 2 rakaat ini bisa apa saja, bisa shalat sunah wudhu, shalat taubat atau shalat dhuha di pagi hari. Dengan melakukan sholat sunah, Anda memohon pada Allah SWT agar terhindar dari kecemasan, kesulitan dan bencana. Seperti sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Jika kamu keluar dari rumah kamu dan melakukan sholat dua rakaat, maka akan melindungi kamu dari keburukan dan masalah di luar. Jika kamu memasuki rumahmu, lakukalah sholat dua rakaat, maka kamu akan terlindungi dari keburukan dan masalah di dalam”. (HR. Al-Bazzar)

2. Membaca Doa Keluar Rumah

Diriwayatkan oleh Anas Bin Malik Radhiyallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa keluar rumah, yaitu “Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah”.

3. Pandai Langit Sambil Berdoa

Selain membaca doa keluar rumah, nabi juga menganjurkan jika akan keluar rumah terlebih dahulu memandang ke langit dan membaca doa berikut, yaitu “Allahumma inni a-’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya”.

4. Melangkah dengan Kaki Kanan

Ketika keluar rumah, jangan lupa melangkah dengan kaki kanan karena ini sunah. Dari Aisyah Radhiyallahu Anha beliau berkata, “Nabi SAW menyukai memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal menyisir rambut bersuci dan dalam semua urusannya”. (HR Bukhari)

Wallahua’lam bis Shawab

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *